Menu

Mode Gelap
Galeri Kementerian LHK, Gubri dan Bupati Rohul Tanam Bibit Aren di Gapoktan HKm Rawa Seribu Aniaya dan Ancam Warga Pakai Parang, Residivis Ini Ditahan Polisi Unjuk Rasa Berujung Kekerasan
30 Orang di Amankan, 3 Ditetapkan Tersangka
Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta
4 Unit Rumah Semi Permanen di Tandun Hangus Dilahap Sijago Merah
Hadiri Silaturahmi Paguyuban Misuri
Bupati Sukiman Komit Kembangkan Kesenian Budaya di Rohul

Advertorial · 13 Mei 2022 18:40 WIB ·

Bupati Sukiman Sampaikan Aspirasi Masyarakat Terkait Harga Sawit dan Infrastruktur
Gubri Bertekad Bangun Jalan di Pendalian Bersinergi dengan Pemda Rohul


FOTO : Gubri Syamsuar didampingi Kades Pendalian Muliadi, Jumat (13/5/2022) Perbesar

FOTO : Gubri Syamsuar didampingi Kades Pendalian Muliadi, Jumat (13/5/2022)

Rokan Hulu – Masyarakat Rokan Hulu (Rohul) yang notabenenya petani Kelapa Sawit sangat mengeluh turunnya harga jual TBS akibat kebijakan Pemerintah melarang Ekspor bahan baku Kelapa Sawit. Melalui Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Riau dan Wagubri di Negeri Seribu Suluk, Jumat (13/5/2022).

Bupati Rokan Hulu H. Sukiman menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada Gubernur Riau H. Syamsuar. Bupati Sukiman menjelaskan Rohul didominasi petani kelapa sawit, harga sawit di Rohul berkisar antara 1.900/kg.

Ia mengaku ditingkat Pemkab Rohul telah mengambil langkah untuk mengantisipasi turun drastisnya harga jual TBS masyarakat. Salah satunya, Pemkab telah dengan mengumpulkan Perusahaan dan PKS yang beroperasi di Rohul.

“Kami atas nama Pemkab Rohul mengucapkan terima kasih kepada pak Gubernur da Wagubri beserta Rombongan. Terkait permasalahan sekarang menyampaikan aspirasi masyarakat terkait harga sawit, mohon arahan dan kebijakan dari pak Gubernur,” harap Bupati Sukiman

Tak hanya masalah harga sawit, Bupati H. Sukiman juga meminta kepada Gubernur Riau untuk  membangun infrastruktur jalan. Karena akses jalan Simpang Pir-Pendalian ini sebagai akses perekonomian masyarakat juga sebagai akses kelapangan Sepadan berstandar Internasional.

Harapan senada juga disampaikan Kepala Desa Pendalian Muliadi A.Md. Ia mengaku kondisi jalan Simpang Pir-Pendalian yang saat ini berbatu dan bertanah tersebut menjadi harapan besar masyarakat kepada Pemprov Riau.

Dijelaskan Muliadi, Memang menjadi kendala kondisi jalan saat ini karena untuk mencapai akses kelapangan Sepadan, satu ruas masih melewati Simpang Pir. Karena masih ada yang belum diaspal sepanjang 18 KM dan kondisinya masih jalan tanah Full. Kemudian ruas Jalan Prov Rokan – Pendalian Dusun Batas diperkirakan masih ada 12 KM belum diaspal.

“Betul itu menjadi kendala selama ini oleh Tim-Tim dari luar Kabupaten dan Provinsi Riau yang datang bertanding  ke Pendalian ini untuk mencoba lapangan ini karena kendala akses jalan. Harapan kita salah satu tujuan kita bangun lapangan itu kita dapat perhatian Pemprov,” ungkapnya

“Tentu kita berharap pak Gubri berharap mengakomodir peningkatan beberapa fasilitas di lapangan yang belum ada, semua biaya kita kucurkan melalui Dana Desa. Tentu dengan berbagai kekurangan fasilitas yang ada di lapangan berharap Pemprov yang memiliki anggaran lebih besar bisa melengkapi fasilitas yang belum bisa kita adakan,” harap Muliadi

Menanggapi aspirasi masyarakat, Gubernur Riau H. Syamsuar mengaku akan membangun ruas jalan lintas Provinsi yang menjadi kewenangan Provinsi. Meski sebagian akses jalan ke Pendalian berstatus jalan Kabupaten, Gubernur akan bersinergi dengan Pemda Rohul.

“Kami tetap membangun ruas jalan provinsi dan bersinergi dengan Pemda Rohul, karena keterbatasan anggaran kita bertahap mengerjakannya. Tapi kalau tak salah ruas ini belum masuk ruas Provinsi, ini jalan ruas Kabupaten, tapi bagaimanapun kita bekerjasama dengan Pemda Rohul sehingga nanti ada bagian masing-masing lah sesuai dengan dana yang tersedia,” terang Gubri

Terkait harga Sawit, Gubri mengaku ini dampak dari kebijakan pemerintah yang melarangkan ekspor terutama bahan baku untuk Minyak Goreng. Ini berpengaruh kepada petani, karena Riau ini daerah penghasil sawit. Karena tangki-tangki pengisi CPO itu penuh akhirnya tidak bisa maksimal membeli sawit.

“Jadi kita harapkan kebijakan pemerintah harga sawit bisa lebih baik lagi. Kita berikan sanksi ika perusahaan mengada-ada pasti ada sanksi. Tapi kalau sesuai prosedur tidak masalah,” pungkasnya. *(lsc)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HPN 2026, Wabup Rohul : Insan Pers Sebagai Penyampai Informasi ke Masyarakat

10 Februari 2026 - 08:44 WIB

Bupati Rohul Anton Resmi Lantik Pejabat Eselon II dan III

5 Februari 2026 - 18:57 WIB

Bupati Rohul Anton Hadiri Rakernas APKASI Ke – XVII di Batam

19 Januari 2026 - 11:44 WIB

Ribuan Masyarakat Padati Islamic Center Rokan Hulu Peringati Isra’ Mi’raj

16 Januari 2026 - 14:31 WIB

Melalui Rakor, Wabup Harap BAZNas Rohul Optimalkan Pengumpulan Zakat Melalui UPZ

15 Januari 2026 - 14:32 WIB

Roganda Hasibuan Siap Kembangkan dan Majukan Organisasi PP di Tambusai

7 Januari 2026 - 19:53 WIB

Trending di Daerah