Menu

Mode Gelap
Galeri Kementerian LHK, Gubri dan Bupati Rohul Tanam Bibit Aren di Gapoktan HKm Rawa Seribu Aniaya dan Ancam Warga Pakai Parang, Residivis Ini Ditahan Polisi Unjuk Rasa Berujung Kekerasan
30 Orang di Amankan, 3 Ditetapkan Tersangka
Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta
4 Unit Rumah Semi Permanen di Tandun Hangus Dilahap Sijago Merah
Hadiri Silaturahmi Paguyuban Misuri
Bupati Sukiman Komit Kembangkan Kesenian Budaya di Rohul

Daerah · 5 Okt 2024 21:58 WIB ·

Konflik Masyarakat Sei Kuning dan PT SKA Memanas
Perselisihan Jalan Pemakaman Belum Temukan Titik Terang


<span style='color:#ff0000;font-size:14px;'>Konflik Masyarakat Sei Kuning dan PT SKA Memanas</span> <br> Perselisihan Jalan Pemakaman Belum Temukan Titik Terang Perbesar

Rokan Hulu – Perselisihan yang melibatkan masyarakat Desa Sei Kuning dan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit PT Sumatra Karya Agro (PKS PT SKA) masih belum menemukan titik terang. Konflik ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan dan baru-baru ini memuncak saat warga berusaha menggali pipa waterintek yang terletak di jalan pemakaman Dusun Tiga.

Tokoh masyarakat setempat, Pak Suri, Jumat (5/10/2024), menegaskan bahwa warga tidak bersedia membiarkan perusahaan menggunakan jalan tersebut untuk keperluan mereka.

“Kami bersatu untuk mempertahankan hak kami atas jalan ini,” ujarnya.

Sartono, warga lainnya, menambahkan bahwa surat kepemilikan jalan tersebut sah dikeluarkan oleh pemerintah. “Jalan ini milik kami dan bebas untuk digunakan oleh masyarakat, bukan untuk kepentingan perusahaan,” katanya.

Ketegangan meningkat ketika pihak PT SKA mendatangi lokasi penggalian. Seorang perwakilan perusahaan, Robi, menantang warga untuk menggali pipa tersebut dan mengklaim bahwa kepala desa telah memberikan izin untuk proyek tersebut.

Dalam situasi yang memanas, pihak kepolisian, dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Rohul, Kompol Rejoice Manalu, mencoba meredakan ketegangan dengan melakukan negosiasi. Masyarakat akhirnya sepakat untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa.

Di sisi lain, sejumlah warga mendatangi Kepala Desa Sei Kuning, Abdul Halik, untuk menanyakan keabsahan izin penggunaan jalan oleh perusahaan. Abdul Halik mengakui telah menandatangani surat izin, tetapi menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran di desa.

“Saya sangat menyesalkan bahwa harapan kami tidak terwujud. Sejak operasional PKS PT SKA, tidak ada komunikasi yang baik dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa izin penggunaan jalan untuk penanaman pipa waterintek belum pernah diberikan secara resmi.

Konflik ini menunjukkan perlunya dialog yang lebih konstruktif antara masyarakat dan pihak perusahaan, demi mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. (Lsc/Yoga)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Safari Di Batas Negeri, Wabup Syafaruddin Poti Salurkan Bantuan Dan Perkuat Silaturahmi

12 Maret 2026 - 08:28 WIB

Wabup Syafaruddin Poti Hadiri High Level Meeting Provinsi Riau Guna Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadhan

11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Safari Ramadhan Ke-6 Pemkab Rohul, Wabup Syafaruddin Poti Ajak Perkuat Silaturahmi

10 Maret 2026 - 08:23 WIB

Malam Nuzulul Quran, Ikhtiar Bupati Anton Membangun Karakter Generasi Muda Rohul Lewat Cahaya Al-Quran

6 Maret 2026 - 08:20 WIB

Safari Ramadan Ke-5: Sekda Rohul Jemput Langsung Aspirasi Warga Kepenuhan Hulu

5 Maret 2026 - 08:17 WIB

Safari Ramadan ke Empat Pemda Rohul, Saat Penantian Panjang Masyarakat Dijawab Bupati Anton

3 Maret 2026 - 08:14 WIB

Trending di Daerah